Perenang Anak Tuna Daksa |
Yang Tersisa dari Porcada Sulsel ke-2 Pangkep. Anak Cacat Juga Bisa Raih Emas |
Baru pertama kali ikut pertandingan resmi selama hidupnya, Muhammad Aliah yang lebih dikenal dengan nama Dani Afandi, sudah bisa menorekan prestasi. Meski prestasi masih pas-pasan, namun itu sudah cukup membanggakan. Judul di atas adalah sebuah pesan yang dilontarkan Muhammad Aliah alias Dani Afandi, peraih satu emas plus dua perak cabor renang klasi-- fikasi tunadaksa (cacat kaki) pada Pekan Olahraga Anak Cacat Daerah (Porcada) Sulsel ke-2 Pangkep lalu. Atlit Porcada Palopo ini ingin mengatakan kepada sesama anak cacat bahwa, cacat tubuh bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Hilang rasa minder,gapai cita-citamu setinggi langit. Dani sendiri sudah membuktikan kata-kata itu (Anak Cacat Juga Bisa Raih Emas). Selain Dani, atlit renang Porcada Palopo lainnya, yakni Harma dan Awaluddin juga berhasil mendapatkan emas di Porcada. Keduanya dari cabor renang klasifikasi tuna rungu. Total medali yang diraih atlit cacat Palopo pada Porcada lalu, yakni; 11 emas,lima perak, dan 15 perunggu. Menurut Dani, sebenarnya cukup anak cacat potensial di Palopo. Hanya saja, minat dan bakat mereka tidak terbina dengan baik. Atlit Porcada Palopo, sebagian besar direkrut dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Balandai. Padahal, yang ada di SLB itu hanya sebagian kecil anak cacat yang ada di Palopo. Di kecamatan/kelurahan, cukup banyak. ''Saya pernah ketemu anak cacat pikul sagu di Telluwanua. Dalam hati saya, anak itu pasti kuat, fisiknya juga tahan. Kalau anak itu jadi atlit Porcada Palopo, mungkin bisa meraih prestasi,'' kata Dani kepada Palopo Pos. Untuk menggali atlit Porcada potesial, Dani yang tak lain Music Direktur Makara FM Palopo, mengusulkan agar digelar Porcada tingkat Palopo secara berkala di Palopo. Apakah itu digelar setiap tiga bulan atu enam bulan. Porcada ini sekali- gus menjadi ajang cari bakat atlit cacat. Harapan Dani kepada KONI Palopo, kiranya betul-betul memperhatikan atlit cacat Palopo dengan memberikan pembinaan yang berkesinambu- ngan serta bonus tanpa harus membedakan atlit normal sehingga pres- tasi Porcada bisa pula berbicara pada level yang lebih tinggi,Porcanas misalnya. Juga harus melakukan seleksi Porcada dengan baik disetiap kecamatan di Palopo. Karena sesungguhnya banyak atlit berbakat namun tersem- bunyi. Karena memang mereka adalah sebagian kecil dari masyarakat yang sulit ditemukan. Kepada rekan-rekan atlit Porcada/penyandang cacat, dimana pun be- rada, jangan ragu dan malu untuk menampilkan bakat dan potensi diri kita karena sesungguhnya 'cacat tubuh bukan halangan untuk berkarya dan berprestasi'. ''Prestasi yang saya raih ini, tak bisa dilepaskan dari peran dan motivasi dari pelatih,dan pihak lainnya. Melalui kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Ony, official team, teman-teman atlit Porcada, teman, keluarga, dan masyarakat Palopo. Juga saya ucapkan terima kasih kepada pengurus SLB dan Tim Medis Palopo yang bertugas di Porda Pangkep. Bravo untuk kalian semua,'' kunci Dani. (*/selesai) Lapotan : Ikhwan Ibrahim. |
Ketua KONI Kagumi Atlet Anak Cacat Bali
DENPASAR, JCDnews - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, mengaku kagum atas prestasi atlet anak-anak cacat Bali yang mampu bercokol di empat besar pada kejuaraan Nasional Atletik yang berlangsung di Solo.
Atlet anak-anak cacat Bali mampu bercokol pada peringkat empat besar nasional, dari 18 provinsi peserta Kejurnas 2010, ini prestasi luar biasa, kata Ketua Umum KONI Bali, Drs Made Nariana mengkomentari prestasi itu di Denpasar Rabu.
Bali yang mengirim hanya sembilan atlet cacat ke Kejurnas atletik di Solo akhir Juli lalu, ada diurutan empat setelah Jabar, Jateng dan Jatim mampu meraih 17 medali yang terdiri atas enam emas, enam perak dan lima perunggu.
Peraih medali emas tersebut adalah Komang Surira, di nomor lompat jauh dan loncat tinggi, Nyoman Adi Darmawan di nomor Lempar lembing dan Lempar Cakram, I Ketut Murdana di nomor lompat jauh dan Made Yasa di nomor tolak peluru.
Atas prestasi atlet cacat Bali tersebut, Nariana minta kepada atlet unggulan peserta Pelatihan Daerah (Palda) Bali emas 2010 yang dipersiapkan untuk maju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012 tidak kalah prestasinya.
Nariana mengatakan, Bali pada PON Kaltim 2008 hanya mampu menempatkan diri di sembilan besar dan itu prestasi yang belum pernah dicapai dalam sejarah perhelatan olahraga nasional di Indonesia dan peringkat itu di Riau sangat riskan.
Riau yang kini menjadi tuan rumah PON 2012 sebelumnya berada satu setrip di bawah Bali atau sepuluh besar, ingin melompat jauh yakni pada posisi lima besar pada PON 2012 dan hal itu sudah dideklarasikan.
Pemerintah Provinsi Riau tentu berjuang keras untuk bisa meraih keinginannya itu dengan berbagai cara yakni meningkatkan gemblengan para atletnya termasuk mungkin mendatangkan atlet-atlet terbaiknya dari luar daerah.
Atlet-atlet andalan Bali jika ingin meraih prestasi melebihi peringkat yang ada selama ini harus berjuang keras dan mau melakukan latihan lebih ektra, sehingga mampu mengalahkan lawan-lawan di arena pertandingan nanti.
Bali pada PON nanti mengandalkan pada cabang olahraga perorangan dalam meraih medali emas, seperti halnya Pencak silat, layar, kempo, menembak, ski air, atletik, biliar, panjat tebing, angkat besi dan tarung derajat. Jakartacitydirectory.com (Aps/Ant)
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "